Search This Blog

Showing posts with label makalah tahsinul. Show all posts
Showing posts with label makalah tahsinul. Show all posts

Saturday, December 8, 2018

Makalah Tahsinul Qur'an tentang Hukum Nun Mati dan Tanwin


MAKALAH
TAHSINUL QUR’AN
Tentang
“Hukum Nun Mati dan Tanwin

Oleh :
Muhammad Imam Ashari Rambe
1614040023
                  

Dosen Pembimbing:
Ihsan Nuzula, S.Pd.I, M.Pd.I



JURUSAN TADRIS MATEMATIKA A
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG
TAHUN AJARAN 2016/2017 M

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Hukum Nun Mati dan Tanwin

1.      Pengertian nun mati atau tanwin

Nun mati ialah huruf nun yang tidak berbaris seperti مِنِّ   dan عِنِّ  tanwin ialah baris ganda baik atas seperti   ً  (fathatain), bawah seperti ٍ (kasrotain), dan dhommah  ٌ(dhommatain). Tanwin dipersamakan  hukumnya dengan nun mati karena kedua duanya dalam pelafalannya terdengar bunyi yang sama.



2.      Pembagian Nun Mati dan Tanwin

Dalam membaca Al-quran kita akan mendapatkan nun mati atau tanwin yang ada dalam setiap ayat. Pengucapan nun  mati atau  tanwin ada yang harus jelas, ada yang harus samar, ada yang harus lebur sehingga nun mati atau tanwin tersebut tidak tampak, dan ada pula yang berubah menjadi mim. Secara umum, nun mati (نْ) dan tanwin mempunyai empat hukum bacaan yaitu: izharr, idghamm, iqlab, dan ikhfa’. Namun secara lebih rinci, hukum bacaannya dibagi menjadi lima yakni: izhar halqi ,idgham bigunnah , idgham bilaa gunnah, iqlab, dan ikhfa’ haqiqi.



a.       Izh-har

Izh-har menurut bahasa adalah Al-Bayan artinya jelas,Halqi artinya tenggorokan,sedangkan Izh-har menurut istilah ialah mengeluarkan setiap huruf makhrojnya tanpa memakai dengung pada huruf yang dibaca Izh-har

Sedangkan menurut pengertian Hukum Nun Mati dan Tanwin Izh-har adalah apabila Nun Sukun atau Tanwin bertemu bertemu dengan salah satu huruf 6 yaitu: ح خ ع ء ه غ

Setiap Nun Sukun atau Tanwin apabila bertemu dengan salah satu huruf Izh-har maka harus dibaca terang,jelas dan pendek,bunyi suaranya tetap jelas,tidak sama dan tidak mendengung



Nun mati
Tanwin
Izhar dalam dua kata
يَنْأَوْنَ
عَيْنٍءَانِيَةٍ
مَنْ ءَا مَنَ
يَنْهَوْنَ
فَرِيْقًاهَدَى
مِنْ هَادٍ
يَنْحِتُوْنَ
عَلِيْمٌ حَكِيْمٌ
مِنْ حَسَنَةٍ



b.      Idghom

Idgham artinya memasukkan. Maksudnya di sini adalah memasukkan bacaan nun mati/tanwin ke dalam huruf sesudahnya. Nun mati/tanwin dibaca Idgham apabila bertemu dengan huruf-huruf  ى-ن-م-و  ر-ل 

Ada dua macam idgham terkait dengan hal ini, yaitu Idgham Bighunnah dan Idgham Bilaghunnah







1)      Idghom bighunnah

Yang dinamakan idghom bighunnah adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf yaitu: ى-ن-م-و           Adapun cara membacanya adalah nun sukun atau tanwin tersebut dimasukkan menjadi satu dengan huruf sesudahnya atau ditasydidkannya secaya didengungkan misalnya:











Huruf idghom bighunnah
Tanwin
Nun mati
ي
خَيْرًايَرَهُ
أَنْ يَضْرِبَ
ن
يَوْمَئِذٍ نَّاعِمَةٌ
فَمَنْ نَّكَثَ
م
شُرُرٌمَّرْفُوْعَةٌ
مَنْ مَّشْهَدٍ
و
سِنَةٌ وَلَانَوْمٌ
مَنْ وَ لِيِّ



2)      Idghom bilaaghunnah

Yang dinamakan idghom bilaaghunnah adalah nun sukun atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf  ر-ل 

Adapun cara membacanya adalah dengan meng-idgomkan nun sukun atau tanwin pada lam dan ro tanpa disertai dengung





Huruf idghom bighunnah
Tanwin
Nun mati
ر
مَالًالُّبَدَا
مَنْ لَمْ
ل
غَفُوْرُرَّحِيْمٌ
مِنْرَّحِيْقٍ



c.       Iqlab

Iqlab artinya menukar atau mengganti suatu huruf menjadi huruf lain yang berbeda dari huruf asalnya. Dalam hukum nun mati/tanwin, Iqlab berarti menukar atau mengganti nun mati/tanwin menjadi mim mati disertai dengan mendengung.Nun mati/tanwin dibaca Iqlab apabila bertemu dengan huruf ب .Cara membacanya ialah dengan mengganti huruf nun mati/tanwin menjadi huruf mim mati disertai dengung. Adapun contohnya dapat dilihat pada tabel berikut.



Nun mati
Tanwin
تَنْبِيْهٌ
اِنَّ الله سَمِيْعً بَصِيْرَ



d.      Ikhfa

Ikhfa menurut bahasa arab As-Satru artinya samar atau tertutup,sedangkan menurut istilah,Ikhfa adalah mengucapkan huruf dengan sifat antara Izh-har dan Idghom,tanpa tasydid dan dengan menjaga Ghunnah pada huruf yang di ikhfakan,

Sedangkan menurut pengertian Hukum Nun Mati dan Tanwin Ikhfa adalah apabila Nun Sukun atau Tanwin bertemu dengan huruf hijaiyyah selain hurufhuruf izhhar, idgham, dan iqlab. Jumlah huruf ikhfa’ ada 15, yaitu

ص-ذ-ث-ك-ج-ش-ق-س- د-ط-ز-ف-ت-ض-ظ

Adapun cara membacanya adalah suara nun sukun atau tanwin tersebut harus masih tetap terdengar tetapi hanya samar atau izh-har dan idgham dan lansung disambung dengan makhroj huruf

Makalah Tahsinul Qur'an tentang Makharijul Huruf


MAKALAH

TAHSINUL QUR’AN

Tentang

“Makharijul Huruf


Oleh :

Muhammad Imam Ashari Rambe

1614040023

                  



Dosen Pembimbing:

Ihsan Nuzula, S.Pd.I, M.Pd.I







JURUSAN TADRIS MATEMATIKA A

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI IMAM BONJOL PADANG

TAHUN AJARAN 2016/2017 M

BAB II
PEMBAHASAN
A.  Makharijul Huruf
1.      Pengertian Makhrijul Huruf
             Kata mahkrijul huruf berasal dari bahasa Arab yang terdiridaridua kata yaitu:
a.       Makharij
Kata ini adalah jama’ dari kata makhraj yang berarti tempat keluar.
b.      Al-Huruf
Kata ini adalah jama’ dari al-harfu yang berarti huruf. Jadi menurut bahasa yang dimaksud dengan mahkrijul huruf adalah tempat-tempa tkeluarnyahuruf.
Sedangkan menurut istilah dalam ilmu tajwid, yang dimaksud dengan mahkrijul huruf yaitu tempat-tempa tatau letak keluarnya huruf-huruf hijaiyah ketika membunyikanya. [1]
Pengertian makhraj ditinjau dari morfologi, berasal dari fi’ilmadhi:  خَرَجَ   yang artinya keluar. Lalu dijadikan ber-wazan مَفْعَلٌ yang ber-sighat isim makam. Maka menjadi مَخْرَخٌ. Bentuk jamaknya adalah مَخاَرِجُ. Karena itu, makharijul huruf (مَوْضِعُ الْحُرُوْفِ) yang diindonesiakan menjadi  makhraj huruf, artinya tempat-tempat keluarnya huruf.
Secara bahasa, makhraj adalah مَوْضِعُ الْحُرُوْخِ (tempat keluar), sedangkan menurut istilah makhraj adalah :
هُوَ إِسْمٌ لِلْمَحَلَّ الَّذِي يُنْشَأُ مِنْهُ الْحَرْفُ
            Suatu nama tempat, yang pada tempat tersebut huruf dibentuk (atau diucapkan).
Dengan demikian, makhraj huruf adalah tempat keluarnya huruf pada waktu huruf tersebut dibunyikan. [2]
2.      Cara mengethui Makhraj Huruf
Untuk mengetahui makhraj suatu huruf, hendaklah huruf tersebut disukunkan atau ditasyididkan, kemudian tambahkan satu huruf dibelakangnya, lalu bacalah. Tatkala suara tertahan, maka tampaklah makhraj huruf dari huruf yang bersangkutan. Kaidahnya adalah :

أَنْتَسْكُنُ الْحَرْفَ أَوْتُشَدَّ دَهُ وَتُدْ خِلَ عَلَيْحِ هَمْزَةُ الْوَصْلِ ثُمَّ تُصْغِيَ إِلَيْحِ  فَحَيْثُ انْقَطَعَ                                                                                             الصَّوْتُ كاَنَمَخْرَجُهُ     
Hendaklah kamu mematikan huruf atau mentasyidikannya, lalu masukkan hamzah al-washal (alif berharkat). Kemudian ucapkan (dan dengarkan). Saat suara tertahan, maka di sanalah letak makhrajnya.
Contoh : فاَ- أَفاَ- أَفْ- باَ- أَباَّ- أَبْ[3]
3.      Macam-macam Makhriju Huruf
Menurut Syeh Ibnu Jazary, makharijul-makharijul huruf (tempatkeluarnya huruf) itu ada 17. Kemudian diringkas menjadi 5 makhraj, yaitu :
 a. Rongga Mulut [ à÷èxh:# ]
b. Tenggorokan [ ä,ø=xv:# ]
c. Lidah [ ãâ%t¡Îj=9# ]
d. Dua Bibir [ Èâ$tFtÿ£±9# ]
e. Rongga Hidung [ ãÐôèà±÷Šw:# ]
Perinciannya yaitu :
a.       Lobang antara mulut dan tenggorokan adalah tempat keluar huruf mad (hurufpanjang), yaitu :
1)         ا(aa)
2)         ا (ii)
3)         اؤ(uu)
b.      Tenggorokan bawah adalah tempat keluar:
1.         ه(haa’)
2.        ء(hamzah)
c.       Tenggorokan tengah adalah tempat keluar:
1.         ح(haa’)
2.         ع(‘ain)
d.      Tenggorokan atas adalah tempat keluar
1.         خ(khaa’)
2.         غ(ghain)
e.       Pangkal lidah dekat anak lidah dengan langit-langit yang harus diatasnya adlah tempat kelua
1.         ق(qaaf)[4]
f.        Pangka llidah dengan langit-langit yang lurus diatasnya agak keluar sedikit dari makhraj qaaf adalah tempat keluar
1.         ك (kaaf)
g.      Lidah bagian tengah dengan langit-langit yang harus diatasnya adalah tempat keluar
1)          ج(jiim)
2)          ش(syiin)
3)         ي (yaa’)
h.      Salah satu tepi lidah dengan geraham  atas asalah tempat keluar huruf yaitu
1.           ض(dlod)
i.        Lidah bagian depan setelah makhraj dlod dengan gusi yang atas adalah tempat keluarnya
1.           ل(laam)
j.        Ujung lidah dengan gusi atas agak keluar sedikit dari makhraj laam adalah tempat keluar huruf
1.           ن(nuun) idh-har
Yang dimaksud adalah bukan nuun idhgam dan ikhfa Karena makhraj nuun yang idhgam dan ikhfa’ adalah khoisyuum.
k.      Ujung lidah agak kedalam sedikit adalah tempat keluar huruf
1.         ر(raa’)
2.         ن(nuun)
Ro’ lebih kedalam dari pada nun, sedangkan  raa’ dan nun ini lebih keluar dari pada laam.
l.        Ujung lidah dengan pangkal dua gigi yang atas adalah tempat keluar
1.         ت(taa’)
2.         د(daal)
3.         ط(thaa’)
m.    Ujung lidah dengan rongga antara gigi atas dan gigi bawah dekat dengan gigi bawah adalah tempat keluar huruf
1.       ز   (zaai)
2.         س(siin)
3.         ص(shaad)
n.      Ujung lidah dengan ujung dua buah gigi yang atas tempat keluar
1.        ث(tsaa)
2.         (dzaal)
3.        ض(dlaad)
o.      Bagian tengah dari bibir bawah dengan ujung dua buah gigi yang atas adala htempat keluar
1.         ف(faa’)
p.      Kedua bibir atas dan bawah bersama-sama adalah tempat keluar
1.        و (wawu)
2.        م(miim)
3.        ب(baa’)
Untuk miimdan baa’ kedua bibir harus tepat. Sedangkan untuk wawu agak renggang sedikit.
q.      Pangkal hidung adalah tempat keluar ghunah (dengung)[5]

4.      Tujuan mengetahui Makharijul Huruf
Seseorang yang sedang tilawah Al Qur’an tidak akan bisa membedakan huruf satu dengan huruf yang lain tanpa mengerti pelafalan huruf itu pada tempat keluarnya. Karena itu sangat penting mempelajari makharijul hurufagar pembaca terhindar dari hal-hal sebagai berikut:
1.      Kesalahan mengucapkan huruf yang mengakibatkan berubah makna.
2.        Ketidak jelasan bentuk-bentuk bunyi huruf, sehingga tidak bisa dibedakan antara huruf satu dengan huruf  lain.[6]


[1]http//pengertianmahkrajhuruf/05 oct.2017
[2]Ahmad Annuri, PanduanTahsinTilawah Al Qur’an danIlmuTajwid, (Jakarta,Pustaka Al Kautsar,
2010 ) h. 43
[3]Op.cit, ahmad Annuri, h. 43-44
[4]Saeruddin, ShomadRobith,TuntunanIlmuTajwidPraktis, (Surabaya, Indah< 2004) h. 159-160
[5]Ibid. h. 160-162
[6] Op. Cit., Ahmad Annuri. Hal. 44





Entri yang Diunggulkan

Makalah Pengembangan Kurikulum tentang Evaluasi Kurikulum